Perbedaan anggapan tentang sosok Potre Koneng di masyarakat masih asyik diperbincangkan. Penulis mencoba menyajikan hasil telusuran dari masyarakat setempat, ternyata beda sosok Potre Koneng Gunung Geger dan Keraton Sumenep. Dalam tulisan ini, penulis mencoba membandingkan kisaran tahun hidup Potre Koneng Gunung Geger dan Keraton Sumenep.
Melalui anggapan beda sosok Potre Koneng Gunung Geger dan Keraton Sumenep, sebagai titik berangkat penulis untuk menyelami fenomena pulau Madura, sangat menarik untuk dibahas dan dikaji lebih mendalam. Pulau ini juga dikenal sebagai penghasil tembakau terbaik di Indonesia. Selain itu, daerah ini juga memiliki destinasi wisata dan situs bersejarah yang hingga kini masih menarik untuk dijadikan objek penelitian.

Ada situs sejarah menarik yang penulis tertarik untuk membahasnya, bermula ketika penulis sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Geger Kabupaten Bangkalan. Selama kurang lebih dua minggu, penulis beserta peserta KKN lainnya sering berinteraksi dengan Masyarakat, tokoh pemuda, Tokoh sesepuh di desa tersebut.
Desa yang menjadi tempat KKN kami, terdapat destinasi wisata dan situs bersejarah yang cukup indah yakni Wisata Religi Bukit Geger. Sungguh sangat indah! Keindahan yang dimiliki oleh bukit ini mengundang pelancong dan peziarah yang setiap harinya nyaris tidak sepi pengunjung.
Selain keindahannya yang bisa dinikmati, ada juga pasarean/patelisan Bhuju’ yang berada tepat di area bukit geger. Diantaranya, Bhuju’ Sayyid Ali (Adi Poday), Bhuju’ Potre Koneng (R.A Tanjung Sekar), Buhju’ Sayyid Achmad dan lain-lainl. Kemudian terdapat beberapa Goa yang oleh masyarakat sekitar mengandung hal-hal mistik, seperti; Goa Potre, Goa Petapa, dan Goa Planangan.
Dan sesuai pengakuan warga sekitar secara turun menurun serta didukung oleh catatan sejarah dalam buku “Mozaik Careta Dari Rakyat, Antologi Cerita Rakyat Penghuni Pulau Madura” membuat penulis meyakini bahwa penghuni pertama kali pulau madura yakni Potre Koneng (Raden Ayu Tanjung Sekar/Bendoro Gung) yang petilasannya berada di bukit Geger Kabupaten Bangkalan.
Berdasarkan cerita yang penulis himpun dari masyarakat sekitar, terdapat perbedaan tentang sosok Potre Koneng. Kiranya, penulis perlu untuk mengajukan beberapa versi cerita tentang perbedaan pendapat yang berkembang di tengah masyarakat lokal sekitar Gunung Geger, dan masyarakat luar tentang Potre Koneng. Ada yang berpendat Potre Koneng hanyalah nama julukan. Sosok Potre Koneng bisa ditemui di literatur Keraton Sumenep dan sosok Potre Koneng yang konon makamnya ada di bukit Geger Bangkalan.
Baca juga: LEMBU PETENG: Cikal Bakal Raja-Raja Madura
Ternyata banyak masyarakat masih menganggap sosok Potre Koneng hanya satu, ternyata beda Potre Koneng yang di Geger dan di babad Sumenep. Ternyata ada dua Potre Koneng, Pertama, Potre Koneng (R.A Bendoro Gung/Tunjung Sekar) yang berasal dari Kerajaan Medang Kamulan Putri Prabu Sang Hyang Tunggal/Raja Giling Wesi Pada Abad 9. Kedua, Potre Koneng (R.A Saini) Asli keturunan Keraton Sumenep Raja Wagung Rukyat yang hidup pada masa Keraton Majapahit dibawah Pemerintahan Brawijaya V abad ke 14.
Berdasarkan data ini, diharapkan masyarakat sekitar tidak kebingungan lagi. Bahwa ternyata sebutan Potre Koneng pernah digunakan untuk untuk menyebut dua orang Putri, di zaman yang berbeda.
Untuk menguatkan data dalam tulisan ini, penulis membandingkan zaman yang telah dipaparkan dalam buku sejarah. Jadi, penulis lebih meyakini data yang menyebut Potre Koneng adalah dua sosok yang berbeda tapi dengan sebutan sama. Potre Koneng sebagai penghuni pertama pulau madura yang bernama Raden Ayu Bendoro Gung Putri dari Kerajaan Medang Kamulan yang sekarang petilasannya dikenal di Bhuju’ Geger Bangkalan, dan Potren Koneng sebagai putri keraton Sumenep yaitu Raden Ajeng Saini. Demikian ulasan penulis, terima kasih Anda telah membacanya.

