Ketaqwaan Menentukan Kualitas Hidayah

Oleh: Muniri Faqod, S.HI, M.HI

Mengkaji QS. Albaqarah (2): 2

“Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa”.

Ayat ini, ditafsiri oleh Habib Quraish Shihab; “Inilah kitab yang sempurna, yaitu Alqur’an yang telah Kami turunkan. Orang-orang yang berakal sehat tidak akan dihinggapi rasa ragu bahwa Alqur’an diturunkan oleh Allah Swt. dan membenarkan apa-apa yang tercakup di dalamnya berupa hukum, kebenaran dan petunjuk yang berguna bagi orang-orang yang siap mencari kebenaran, menghindari bahaya dan sebab yang menjurus kepada hukuman”.

Sedangkan dalam Tafsir Jalalain, tafsir ayat tersebut adalah: “(Kitab ini) yakni yang dibaca oleh Muhammad SAW. (tidak ada keraguan) atau kebimbangan (padanya) bahwa ia benar-benar dari Allah swt. Kalimat negatif menjadi predikat dari subyek ‘Kitab ini’, sedangkan kata-kata isyarat ‘ini’ dipakai sebagai penghormatan. (menjadi petunjuk) sebagai predikat kedua, artinya menjadi penuntun (bagi orang-orang yang bertakwa) maksudnya orang-orang yang mengusahakan diri mereka supaya menjadi takwa dengan jalan mengikuti perintah dan menjauhi larangan demi menjaga diri dari api neraka”.

Tentang Alqur’an Yang Hakiki

Menurut Habib Quraish Shihab, kata Alqur’an berasal dari kata Qara’a yang mempunyai arti menyampaikan, menelaah, membaca, mendalami, meneliti, mengetahui ciri-cirinya, dan sebagaimana yang kesemuaannya bisa dikembalikan pada hakikat “menghimpun”. Kata menghimpun erat hubungannya dengan kata “memahami”, maka untuk mendapatkan pemahaman yang utuh, kita perlu untuk menggabungkan pengetahuan intuitif, rasional, dan empirik sekaligus.

Emha Ainun Nadjib, berpendapat mengenai Alqur’an. Bahwa hakikat Alqur’an ada dalam diri masing-masing orang, sementara yang berbentuk tulisan dan dibaca oleh orang Muslim adalah Mushaf.

Tambahan dari Muhammad Arkoun, bahwa Alqur’an adalah karya agung yang berasal dari Kalamullah, selanjutnya menjadi Kalamun Nubuwah, dan menjadi korpus terbuka, lantas menjadi korpus tertutup pada zaman Usman bin Affan.

Penjelasan-penjelasan cendikiawan di atas, seolah menyepakati bahwa Alqur’an bersifat memberi hidayah (petunjuk), yang legitimasinya membuat orang mengimaninya tanpa keraguan. Sebuah petunjuk menjadi minim keraguan, jika dilandasi gabungan pengetahuan intuitif, rasional, dan empirik sekaligus. Alhasil, pengetahuan tersebut mempunyai derajat haqqul yaqin.

Level Ketaqwaan

Pada ayat ke 2 Surat Albaqarah, ada kata “hudan” dan “lil muttaqin”, banyak orang yang masih mengkaji ayat ini fokus pada kata “hudan” (petunjuk/hidayah). Memang, semua orang berpotensi mendapatkan hidayah”. Namun, derajat hidayah selalu bergantung dengan kualitas ketaqwaan. Sedangkan ketaqwaan satu sama lain tidaklah sama.

Sekurang-kurangnya, level ketaqwaan seseorang dibagi menjadi tiga; Awam, khawas dan khawasul khawas.

Pertama, Awam. Orang pada tingkatan taqwa ini, biasanya menjaga hati dan anggota tubuh dari melakukan perkara dosa dan haram. Ini merupakan tingkatan terendah. Tingkatan ini akan memberikan kehidupan kepada seorang hamba.

Kedua, Khawas. Orang pada tingkatan taqwa ini, biasanya menjaga hati dan anggota tubuh dari melakukan perkara-perkara makruh. Ini tingkatan pertengahan. Tingkatan ini akan memberikan kesehatan dan kekuatan kepada seorang hamba.

Ketiga, Khawasul Khawas. Ini tingkatan taqwa yang paling tinggi. Orang yang ditingkatan ini, menjaga hati dan anggota tubuh dari melakukan perkara yang boleh, namun tidak bermanfaat. Tingkatan ini akan mewujudkan kebahagian kepada seorang hamba.

Tiga tingkatan taqwa ini, sangat menentukan kualitas hidayah yang didapat oleh seseorang. Semakin bersih seseorang dari kemelekatan duniawi, semakin dekat seseorang tersebut dengan keilahian. Saat kedekatan yang sedemikian rupa dengan keilahian, segala yang keluar darinya adalah kata-kata hikmah yang menyejukkan bagi orang lain. Ketika kata-kata seseorang selalu terkandung hikmah, saat itulah hakikat Alqur’an dalam dirinya aktif menjadi rujukan. Wallahu a’lam bi Alshawaab

Tim Redaksi
Tim Redaksi
Pegiat Literasi Bangkalan Madura

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer Minggu ini