Salah satu prinsip yang harus kita pahami dalam permainan, adalah hukum kekekalan energi. Dalam ilmu fisika dinyatakan, bahwa energi tidak dapat diciptakan dan tidak juga bisa dihancurkan. Ia kekal sifatnya, namun senantiasa berubah dan bergerak. Ia dapat menjadi apa saja, dan merupakan sumber dari segalanya, karena sifat-sifat itulah energi punya kuasa.
Semua manusia mendapatkan energi ini, tanpa batas dan diberi kebebasan memakai energi tersebut sesuai keinginannya. Ibarat kita mendapatkan modal, yang bisa dibelanjakan sepuas hati, atau diinvestasikan, dan tak pernah habis. Modal ini berhenti ketika kita mau “sekarat”. Untuk melanjutkan permainan, kita hanya bisa menggunakan investasi kita sebelumnya.
Melalui pemahaman maksimal terhadapa hukum ini, dapat mempermudah kita untuk memakai energi tanpa batas, karena energi ini, selalu ada, karena merupakan proses daur ulang dari bahan lainnya. Karena sifatnya yang spiritual, maka tak terbatas cakupan dan ukurannya. Ia kreatif dan menarik, dan hanya merupakan media untuk bermain saja. Ia tidak memiliki makna atau karakteristik di luar yang kita maksudkan.
Dalam diri kita, ada pikiran dan emosi. Keduanya merupakan manifestasi energi, dan hanya mempunyai arti sesuai dengan yang kita berikan. Ketika kita merasa takut, sebenarnya rasa takut itu sama reaksinya dengan ketika kita merasa berani. Rasa takut dan berani hanya hasil pemaknaan rasa hati kita terhadap sesuatu, yang sebenarnya tidak ada, yang ada hanya rasa hati, itu saja.
Secara bahasa, emosi berasal dari E (energi) dan motion (bergerak), artinya energi yang bergerak. Dengan demikian keseluruhan emosi, perasaan, dan segenap aksi yang kita lakukan adalah energi yang bergerak. Hanya butuh intensitas, agar energi yang bergerak berubah menjadi realitas materiil.
Kasih dan Takut
Kalau dipetakan secara sederhana, pada diri manusia, terdapat dua arus gerakan utama energi yang bersifat langsung, yaitu “kasih dan takut”. Bagi pemain kehidupan, hal ini bisa ditentukan disesuaikan dengan karakter yang dipilih dalam kehidupan itu sendiri. Sebagaimana sebuah pilihan, maka di dalamnya ada resikonya. Jika memilih di arus energi kasih, yang terjadi kasih meluap tanpa batas, kelimpahan, pemenuhan, kebahagiaan. Jika sebaliknya, keluarannya berupa rasa takut, seperti pembatasan, kekurangan, ketidak bahagiaan, dan seterusnya.
Pemain kehidupan yang baik, cendrung memenangkan kehidupan, dan pastinya menguasai dengan baik dua arus energi ini, dan digunakannya pada waktu yang tepat. Syaratnya, hanya berkonsentrasi pada dua hal itu saja, kasih atau takut. Masing-masing pilihan membawa implikasi yang berbeda. Rahasianya, jika kita memilih energi kasih, maka rasa benci dan takut hilang. Demikian juga, jika memilih energi takut, maka rasa kasih hilang. Keduanya, merupakan energi yang sama, yang satunya beroperasi yang lainnya tidak bekerja. Dan hanya bergerak pada satu arah, tidak dapat bergerak sekaligus kedua arah yang berbeda.
Implikasi Energi Kasih dan Takut
Implikasi dua arus energi tersebut dalam kehidupan, dapat digambarkan seperti ini. Misalkan, ada orang yang sedang sekarat karena tabrak lari, begitu kita melihatnya spontan kita bergegas membantunya tanpa ada rasa takut, dibawa ke rumah sakit, dan kita juga menyumbangkan darah, karena banyak kehabisan darah, sementara kita tak mengenal orang tersebut, maka yang kita lakukan merupakan wujud pemanfaatan arus energi kasih. Sebagaimana dijelaskan di atas, jika energi kasih memuncak, energi takut menghilang, demikian sebaliknya.
Sedangkan ilustrasi, dari arus energi takut dipraktekkan oleh rata-rata politisi negri ini. Kecendrungan berebut, meniadakan peran yang lain, dan bahkan menghabisi nyawa lawan sekalipun, menjadi salah satu ciri dari implikasi digunakannya energi takut.
Demikian ilustrasi energi kasih dan takut, yang sejatinya kita tidak sedang membicarakan baik-buruk dari sebuah tindakan, melainkan sejauh mana kita siap dengan konsekwensi atas apa yang kita perbuat. Dan tentunya, hal itu dilakukan agar kita dapat membuat diri kita berkuasa dengan memahami cara bermain dalam permainan energi sehingga kita bisa bermain sepenuhnya dalam kehidupan, agar kehidupan di masa depan lebih baik dari sebelumnya.
Dari ulasan tentang hukum kekekalan energi ini, jika dihubungkan dengan permainan catur, yang selalu tampil sebagai pemenang dalam permainan catur adalah yang lebih “ajeg”. Hal ini, dikarenakan bahwa orang yang ajeg, mempunyai nilai lebih. Utamanya ketika memilih langkah bidak caturnya, didukung dengan kecerdasan, kecermatan, fokus, dan keberuntungan yang dimilikinya, akan menjadi kekuatan yang sulit ditandingi. Sekali memilih langkah, pantang mundur, dan pantang meralat. Setiap langkah disadari membawa resiko, salah-benar, dan kalah-menang. Ia begitu terbuka pada semua hal dari konsekwensi sebuah permainan.
Dengan sikap terbuka seperti ini, dapat dipastikan bahwa pemain catur yang ajeg, cendrung mantap dan tak pernah ragu dalam menentukan pilihan, karena keraguan bisa menjadi pintu masuk kekalahan. Dan kalaupun kalah, kekalahan tak membuatnya patah semangat. Sebagaimana analogi memilih dua kutub kasih dan takut yang dijelaskan di atas, pemain catur yang ajeg memilih salah satu kutub energi tanpa ragu.
Seperti halnya dalam hidup, bagi yang ingin memenangkan kehidupan, bekerjalah dengan cerdas, cermat, fokus, dan percaya bahwa keberuntungan itu ada. Tapi, perlu diingat bahwa semua itu, tak akan bisa maksimal jika tanpa sikap ajeg. Silahkan amati orang yang menjadi trend setter, nyaris tak ada dari mereka yang peragu dalam bersikap, rata-rata mereka ajeg. Itulah mengapa mereka, selalu tampil memenangkan kehidupan. Wallahu a’lamu bi al-shawaab.

