Tak Seperti Tampaknya

Ini cerita lama. Suatu Ketika Saya melakukan perjalanan dari Kota Bangkalan menuju kampung halaman, bersama istri dan anak (masih anak satu).

Kami bertiga duduk di jok depan, Si Supir Bison dari mulai berangkat kerjaannya misuh-misuh terus, saya merasa salah mengambil tempat duduk, mau pindah sepertinya tidak memungkinkan karena mobil sudah melaju.

Saya memilih pasrah saja, sambil mencoba mengamati Si Supir tampa penghakiman. Berangsur-angsur Tuhan menampakkan keotentikan Si Supir saat marah. “Ini unik!” terdengar bisikan dari relung hati.

Ternyata, Si Sopir marah-marah jika melihat pengendara yang ugal-ugalan dan kelihatan ragu-ragu dalam menyetir. “Itu bahaya!”, katanya.

Sayapun bisa menyimpulkan, bahwa kemarahan Si Supir ternyata berkaitan dengan keselamatan kolektif para pengguna jalan raya, sepertinya dalam kemarahan Si Supir ada kasih sayang yang luar biasa, tapi ekspresinya dalam bentuk kemarahan.

Ternyata, dugaan saya benar. Ketika pas di depan ada kecelakaan, ada pengendara motor menabrak bagian belakang mobil box di depannya, menyebabkan motornya terpelanting ke kanan, dan kaki pengendara motor kena tindih motornya sendiri.

Tanpa basa-basi Supir Bison yang saya tumpangi ijin ke penumpang untuk meminggirkan kendaraannya. Ia turun, dan langsung membantu pengendara motor yang terjatuh tadi. Sigapnya sangat otentik. Tidak dibuat-buat.

Tentu banyak orang semacam Supir Bison ini. Yang mempunyai kelembutan hati di belakang wajahnya yang sangar, cara bicara dan sikapnya yang kasar.

Ternyata memang, kita tak bisa mengukur kedalaman kasih sayang seseorang dari wajah, cara bicara dan sikapnya, bisa saja orang yang berwajah garang justru jiwanya lembut penuh kasih sayang.

Sebaliknya, cukup sering kita jumpai orang yang wajahnya terlihat teduh, tutur kata dan sikapnya yang sopan, justru menyimpan bara kebencian dan amarah yang sulit sekali kita bisa mengukurnya.

Memang seringkali fakta tidak sesuai tampaknya!

*** Penulis: Fanajidu

Tim Redaksi
Tim Redaksi
Pegiat Literasi Bangkalan Madura

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer Minggu ini