Angka 7 (tujuh) memang sebuah misteri yang sudah banyak diungkap, tapi belum pernah ada kajian yang mencoba mempertemukan misteri jumlah Surga dan Neraka dengan jumlah cakra dalam diri Manusia, yang sama-sama berjumlah 7. Berikut penjelasannya;
1. Surga Al-Na’im, Neraka Jahannam dan Cakra Dasar
a. Dalil adanya Surga Al-Na’im
وَاجْعَلْنِي مِنْ وَرَثَةِ جَنَّةِ النَّعِيمِ
Artinya: “Dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mewarisi surga yang penuh kenikmatan”. (QS. Al-Syu’ara’ (26): 85)
Selanjutnya ada surga na’im berisi kenikmatan yang disebut tercipta dari perak putih. Calon penghuni surga ini.
b. Dalil adanya Neraka Jahannam
وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمَوْعِدُهُمْ أَجْمَعِينَ
Artinya: “Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut syaitan) semuanya”. (QS. Al-Hijr (15): 43)
Neraka jahannam adalah tempat kembali bagi mereka yang melakukan dosa besar. Neraka dengan tingkat paling tinggi ini dikatakan memiliki dasar sangat dalam, dengan keadaan yang gelap dan hitam. Selain pelaku dosa besar, penghuni neraka jahanam adalah yang durhaka kepada Allah SWT. Kelompok orang munafik, suka mengikuti langkah-langkah setan, hingga pelit berisoko masuk neraka jahanam.
c. Penjelasan Cakra Dasar
Cakra dasar atau Muladhara melambangkan fondasi atau pusat energi dari tubuh fisik, kehidupan materi, dan semangat hidup seseorang. Pada tubuh manusia, cakra ini terletak di dasar tulang belakang atau tulang ekor. Jika memiliki Muladhara yang baik, maka seseorang akan memiliki semangat dan motivasi hidup yang tinggi. Sementara itu, Muladhara yang buruk akan membuat seseorang mudah putus asa, bermalas-malasan, dan tidak semangat dalam menjalani kehidupan.
2. Surga Al-Firdaus, Neraka Sa’ir, dan Cakra Seks
a. Dalil adanya Surga Al-Firdaus
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ كَانَتْ لَهُمْ جَنَّاتُ الْفِرْدَوْسِ نُزُلًا
Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal. (QS. Al-Kahfi (18): 107
Calon penghuni surga ini adalah orang beriman yang khusyu dalam sholat, menunaikan zakat, menjaga diri dan menghindari zina, serta senantiasa menaati perintah-perintah Allah SWT.
b. Dalil adanya Neraka Sa’ir
وَيَصْلَىٰ سَعِيرًا
إِنَّهُ كَانَ فِي أَهْلِهِ مَسْرُورًا
Artinya: “Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka). Sesungguhnya dia dahulu (di dunia) bergembira di kalangan kaumnya (yang sama-sama kafir). (QS. Al-Insyiqaq (84): 12-13)
Neraka Lazha dijelaskan sebagai neraka dengan api yang berkobar hebat dan menyala-nyala. Neraka tingkat kedua ini disiapka bagi yang tidak mengikuti ajaran Rasulullah dan enggan bersedekah.
c. Penjelasan Cakra Seks
Sesuai dengan namanya, cakra seks atau Swadhisthana berhubungan dengan reproduksi dan berperan penting terhadap aktivitas seksual seseorang. Cakra yang berada di tulang pelvis ini juga berhubungan dengan cakra tenggorokan yang berfungsi dalam penciptaan kreativitas atau ide. Seseorang dengan Swadhisthana yang baik akan memiliki pikiran lebih positif dan percaya diri. Sebaliknya, seseorang akan bersikap kasar, kurang kreatif, dan berpikir negatif jika Swadhisthana-nya buruk.
3. Surga ‘Adn, Neraka Saqr, dan Cakra Manipura
a. Dalil adanya Surga Al-Ma’wa
جَنَّاتِ عَدْنٍ الَّتِي وَعَدَ الرَّحْمَٰنُ عِبَادَهُ بِالْغَيْبِ ۚ إِنَّهُ كَانَ وَعْدُهُ مَأْتِيًّا
Artinya: “yaitu surga ‘Adn yang telah dijanjikan oleh Tuhan Yang Maha Pemurah kepada hamba-hamba-Nya, sekalipun (surga itu) tidak nampak. Sesungguhnya janji Allah itu pasti akan ditepati”. (QS. Maryam (19): 61)
Surga Adn diciptakan Allah SWT dari intan putih bagi orang-orang dengan kesempurnaan Iman dan Islam. Mereka yang bersabar dalam hidupnya juga berpeluang menghuni surga ini.
b. Dalil adanya Neraka Saqr
مَا سَلَـكَكُمۡ فِىۡ سَقَرَ
قَالُوۡا لَمۡ نَكُ مِنَ الۡمُصَلِّيۡنَۙ
وَلَمۡ نَكُ نُطۡعِمُ الۡمِسۡكِيۡنَۙ
وَكُنَّا نَخُوۡضُ مَعَ الۡخَـآٮِٕضِيۡنَۙ
وَ كُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوۡمِ الدِّيۡنِۙ
حَتّٰٓى اَتٰٮنَا الۡيَقِيۡنُؕ
Artinya: “Apa yang menyebabkan kamu masuk ke dalam (neraka) Saqar?. Mereka menjawab, “Dahulu kami tidak termasuk orang-orang yang me-laksanakan shalat. Dan kami (juga) tidak memberi makan orang miskin. Bahkan kami biasa berbincang (untuk tujuan yang batil), bersama orang-orang yang membicarakannya. Dan kami mendustakan hari pembalasan. Sampai datang kepada kami kematian.” (QS. Al-Muddatstsir (74): 42-47)
Dalam firmanNya, Allah menjelaskan, Neraka Saqar adalah neraka yang panas membakar. Calon penghuni neraka ini adalah orang sombong dan mendustakan Al Quran, tidak pernah sholat, dan enggan memberi makan orang miskin.
c. Penjelasan Cakra Manipura
Berada di sekitar pinggang dan pusar, cakra Manipura berperan dalam mempertahankan vitalitas seseorang. Seseorang dengan Manipura buruk akan mengalami iri hati, rasa malu, dan perasaan tidak nyaman dalam diri. Namun, mereka yang memiliki cakra yang baik akan merasa aman, nyaman, bebas mengekspresikan jati dirinya, dan percaya diri.
4. Surga Al-Ma’wa, Neraka Jahim, dan Cakra Jantung
a. Dalil adanya Surga Al-Ma’wa
عِنْدَهَا جَنَّةُ الْمَأْوَىٰ
Artinya: “Di dekatnya ada surga tempat tinggal”. (QS. Al-Najm (53): 15)
Akar kata ma’wa adalah awa-ya wi yang artinya menyatu dengan suatu tempat dan menetap di sana. Jannatul ma’wa menjadi tempat hamba yang bertakwa, beramal sholeh, menahan hawa nafsu, dan meyakini kebesaran Allah SWT.
b. Dalil adanya Neraka Jahim
وَبُرِّزَتِ الْجَحِيمُ لِلْغَاوِينَ
Artinya: “Dan diperlihatkan dengan jelas neraka Jahim kepada orang-orang yang sesat”. (QS. Al-Syu’ara’ (26): 91)
Arti kata Jahim adalah tempat yang sangat panas. Neraka ini dijelaskan sebagai tempat dengan api yang besar di sebuah jurang atau lubang, sehingga tak heran terasa sangat panas. Neraka ini diperuntukkan bagi pendusta ayat-ayat-Nya, mendurhakai-Nya, dan lupa urusan akhirat karena sibuk dengan urusan duniawi.
c. Penjelasan Cakra Jantung
Menjadi penghubung antara cakra bawah dan atas, cakra jantung atau Anahata terbilang sangat penting dalam spiritual karena melambangkan simbol cinta kasih dan penyembuhan. Seperti namanya, cakra jantung memengaruhi kemampuan Anda untuk memberi dan menerima cinta, baik dari orang lain maupun diri sendiri. Semakin baik Anahata seseorang, ia akan semakin merasakan kasih sayang dan empati dalam dirinya. Sementara, seseorang dengan Anahata yang buruk akan mengalami kesulitan membuka diri dan dipenuhi rasa sombong dan egois.
5. Surga Al-Khuldi, Neraka Huthamah, dan Cakra Tenggorokan
a. Dalil adanya Surga Al-Khuldi
قُلْ أَذَٰلِكَ خَيْرٌ أَمْ جَنَّةُ الْخُلْدِ الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَ ۚ كَانَتْ لَهُمْ جَزَاءً وَمَصِيرًا
Artinya: “Katakanlah: “Apa (azab) yang demikian itukah yang baik, atau surga yang kekal yang telah dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa?” Dia menjadi balasan dan tempat kembali bagi mereka?”. (QS. Al-Furqan (25): 15)
Allah SWT menciptakan surga khuldi dari marjan merah dan kuning. Ciri penghuninya adalah orang yang taat menjalankan perintah Allah.
b. Dalil adanya Neraka Huthamah
وَيْلٌ لِكُلِّ هُمَزَةٍ لُمَزَةٍ
الَّذِي جَمَعَ مَالًا وَعَدَّدَهُ
يَحْسَبُ أَنَّ مَالَهُ أَخْلَدَهُ
كَلَّا ۖ لَيُنْبَذَنَّ فِي الْحُطَمَةِ
Artinya: “Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela, yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung, dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengkekalkannya, sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah”. (QS. Al-Huthamah (104): 1-4)
Sesuai namanya, penghuni Neraka Huthamah akan mengalami kehancuran. Jenis penghuni neraka ini adalah orang yang suka mengumpat dan mencela, enggan bersedekah, dan perhitungan cenderung pelit.
c. Penjelasan Cakra Tenggorokan
Serupa dengan namanya, cakra ini terletak di tenggorokan manusia. Cakra tenggorokan atau Vishuddha merupakan pusat terciptanya kreativitas dan hubungan sesama manusia. Ketika berfungsi dengan baik, seseorang dapat mengekspresikan dirinya dengan benar dan jelas. Namun, jika seseorang memiliki Vishuddha yang buruk, ia akan merasa kesulitan menemukan kata-kata tepat untuk mengungkapkan perasaan yang sebenarnya.
6. Dar Al-Salam, Neraka Lazhā, dan Cakra Ajna (Mata Ketiga)
a. Dalil adanya Dar Al-Salam
وَاللَّهُ يَدْعُو إِلَىٰ دَارِ السَّلَامِ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ
Artinya: “Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam). (QS. Yunus (10): 25)
Surga ini yang diciptakan Allah SWT dari Yaqut Merah. Para penghuninya adalah orang-orang yang beriman dan bertakwa, merenungkan tanda-tanda kebesaran-Nya, serta mengakui kebesaran Allah.
b. Dalil adanya Neraka Lazhā
كَلَّا ۖ إِنَّهَا لَظَىٰ
نَزَّاعَةً لِلشَّوَىٰ
تَدْعُو مَنْ أَدْبَرَ وَتَوَلَّىٰ
وَجَمَعَ فَأَوْعَىٰ
Artinya: “Sekali-kali tidak dapat, sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergolak, yang mengelupas kulit kepala, yang memanggil orang yang membelakang dan yang berpaling (dari agama), serta mengumpulkan (harta benda) lalu menyimpannya”. (QS. Al-Ma’arij (70): 15-18)
Lazha dijelaskan sebagai neraka dengan api yang berkobar hebat dan menyala-nyala. Neraka tingkat keenam ini disiapka bagi yang tidak mengikuti ajaran Rasulullah.
c. Penjelasan Cakra Ajna
Cakra manusia selanjutnya adalah cakra Ajna atau yang dikenal dengan mata ketiga. Berada di antara kedua mata, tepatnya di dahi manusia, Ajna dapat mentransfer energi ke kedua mata, hidung, dan kelenjar pituitari. Masalah emosional di area ini meliputi intuisi, imajinasi, kebijaksanaan, kemampuan untuk berpikir, dan membuat keputusan. Nggak cuma itu, Ajna ternyata merupakan titik pemusatan dan pengatur cakra-cakra di bawahnya, lho!
7. Dar Al-Muqamah, Neraka Hawiyah, dan Cakra Mahkota
a. Dalil adanya Al-Muqamah
الَّذِي أَحَلَّنَا دَارَ الْمُقَامَةِ مِنْ فَضْلِهِ لَا يَمَسُّنَا فِيهَا نَصَبٌ وَلَا يَمَسُّنَا فِيهَا لُغُوبٌ
Artinya: “Yang menempatkan kami dalam tempat yang kekal (surga) dari karunia-Nya; didalamnya kami tiada merasa lelah dan tiada pula merasa lesu”. (QS. Al-Fathir (35): 35)
Nama surga selanjutnya adalah Darul Muqamah yang diciptakan dari Permata Putih. Ciri penghuninya adalah orang yang senantiasa berpegang teguh pada iman dan Islam, memperbanyak amal sholeh, para ahli syukur.
b. Dalil adanya Neraka Hawiyah
وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُه
فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ
وَمَا أَدْرَاكَ مَا هِيَهْ
نَارٌ حَامِيَةٌ
Artinya: “Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? (Yaitu) api yang sangat panas. (QS. Al-Qari’ah (101): 1-8)
Makna Hawiyah adalah jatuh dari tempat paling tinggi ke tempat paling rendah. Dengan makna seperti itu, tidak diketahui seberapa dalam neraka hawiyah, hingga disebut yang paling rendah. Sebutan lain untuk neraka ini dalam Al-Quran adalah Nar Hamiyah yang berarti api panas dan berkobar. Neraka ini diperuntukkan bagi orang-orang yang ringan timbangan amal kebaikannya.
c. Penjelasan Cakra Mahkota
Terakhir, ada cakra mahkota atau cakra tertinggi yang berada di atas kepala, tepatnya pada area otak dan sistem saraf (ubun-ubun). Sahasrara melambangkan kemampuan seseorang untuk terhubung sepenuhnya secara spiritual. Jika berkembang secara sempurna, ia dapat memiliki kesadaran yang lebih tinggi. Sayangnya, Sahasrara juga punya dampak negatif bagi seseorang, misalnya mudah depresi, stres, serta sulit memahami sesuatu dan mengasingkan diri.
Sebagai keterangan pada tulisan ini, jumlah, urutan nama-nama Surga dan Neraka merujuk dalam buku: 7 The Life Integrity Code; Menyingkap Pesan Visi, Strategi dan Integritas Kehidupan Islami di Balik Kode Angka 7 dalam Konstruksi Al-Qur’an, Manusia dan Alam.
Adapun penyertaan pengetahuan tentang Cakra Manusia, dalam menimbang penjelasan Surga dan Neraka sebagai tambahan pertimbangan dalam ilmu kultivasi energi Manusia dalam tradisi kuno Hindu-Budha. Penulis menilai ada beberapa kemirian tentang sangsi dan ganjaran bagi Manusia yang taat dan durhaka dengan orang yang 7 cakranya baik-baik saja dan bagi 7 cakranya yang bermasalah.
Untuk penjelasan tentang penjelasan tentang penghuni Surga dan Neraka dapat dibaca; https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5894878/nama-nama-neraka-dan-surga-serta-para-penghuninya-kamu-pilih-yang-mana#:~:text=Selain%20pelaku%20dosa%20besar%2C%20penghuni,pelit%20berisoko%20masuk%20neraka%20jahanam.
Sedangkan untuk penjelasan tentang cakra dapat dibaca; https://www.soco.id/post/lifestyle/5f8690f4840293f5254def01/cakra-manusia-dan-manfaatnya/
Selamat membaca gaess!!!
***Peracik Tulisan: Fanajidu

