Salman Rushdie dan Novel Kontroversinya

Diduga motif penusukan atas Salman Rushdie ada hubungan dengan novel kontroversinya. Tahun 80-an, Salman Rushdie dan novel kontroversinya menuai hujatan dunia Islam. Sampai tokoh sekaliber Ayatullah Ruhullah Khomaeini mengeluarkan fatwa hukuman mati. Siapa Salman Rushdie? Dapat dibaca pada tulisan tentang Salman Rushdie dan novel kontroversinya di bawah ini.

Sekitar tahun 90-an, Penulis mengetahui nama Salman Rushdi. Karena penasaran, Penulispun menanyai penyebut nama Salman Rushdie. Yang ditanya, menjelaskan bahwa Salman Rushdie, adalah novelis Muslim yang menulis novel dengan judul Ayat-ayat Setan (The Satanic Verses). Setelah itu, Penulis tidak mencari tahu tentang Salman Rushdie, dan dibiarkan terbenam dalam bawah ingatan.

Baru saja, ada berita bahwa Salman Rushdie diserang oleh seseorang di panggung di Negara bagian New York, Amerika Serikat. Kini Salman Rushdie dirawat dengan ventilator dan tidak bisa bicara. Ia dimungkinkan akan kehilangan satu matanya. Syaraf ditangannya putus, livernya rusak.

Salman Rushdie saat memamerkan novel kontroversinya

Ternyata, lebih dari 30 tahun setelah menulis novel ayat-ayat Setan, orang-orang yang membencinya tetap mewariskan kebencian itu pada generasi setelahnya. Terbukti sosok Pelaku seorang pria berumur 24 tahun bernama Hadi Matar dari Fairview, New Jersey. Ia langsung dibawa oleh pihak kepolisian negara bagian dan wakil Sheriff Chappaqua County. Bagi Hadi Matar, Salman Rushdie harus dibunuh karena dianggap menghina Al-Qur’an yang dilakukannya dulu.

Kalau flash back sekitar 30 tahun yang lalu, merespon novel ayat-ayat Syetan karya Salman Rushdie, pemerintah Inggris dan Iran memutus hubungan diplomatic, bahkan Pemimpin Spiritual Iran, Ayatullah Ruhullah Khomaeini pada tahun 1989 mengeluarkan fatwa; halal darah bagi Salman Rushdie untuk dibunuh. Karena pembunuhan atas penerjemah makin banyak di beberapa negara, akhirnya fatwa hukuman mati atas Salman Rushdie dihentikan secara resmi oleh Iran pada tahun 1998.

Karena ancaman pembunuhan itu, Salman Rushdie terpaksa bersembunyi dan pemerintah Inggris menempatkannya di bawah perlindungan Polisi. Hingga akhirnya, ia pindah ke Amerika Serikat dan menjadi warga negara di sana.

Karya-karya Salman Rushdie

  1. Grimus, terbit tahun 1975
  2. Midnight’s Children (Anak-anak Tengah Malam), karya ini meraih Booker Prize pada 1981
  3. Shame, terbit tahun 1983
  4. The Satanic Verses (Ayat-ayat Syetan), diterbitkan pada tahun 1988 dan sangat kontroversial
  5. Haroun and The Sea of Stories, terbit tahun 1990
  6. Imaginary Homelands, terbit tahun 1991
  7. East, West, terbit tahun 1994
  8. The Moor’s Last Sigh, terbit tahun 1995
  9. The Ground Beneath Her Feet, terbit tahun 1999
  10. Fury, terbit tahun 2001
  11. Shalimar The Clown, 2005
  12. The Enchantress of Florence
  13. Two Years Eight Monthsand Twenty-Eight-Nights
  14. The Golden House
  15. Quichotte

Sebagai penulis, Salman Rushdie sangat produktif. Pada tahun 1981, ia mendapatkan Booker Prize untuk novel Midnight’s Chlidren. Di tahun 1993, ia mendapatkan lagi penghargaan dan Best of Booker tahun 2008. Pada tahun 2007, ia dianugerahi gelar kebangsawanan Inggris “Sir”. Dan baru-baru ini, ia mendapatkan penghargaan di bidang kesastraan dari pemerintah Amerika Serikat.

Tim Redaksi
Tim Redaksi
Pegiat Literasi Bangkalan Madura

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer Minggu ini