Banyak orang mau sakti tapi tidak tau caranya. Sebenarnya gampang sekali. Cukup seseorang mau sakti selebihnya belajar caranya. Tidak banyak yang tahu, kalau sebenarnya kesaktian bisa dipelajari, jika mau. Hanya saja, mereka mau sakti saja tapi tidak berusaha belajar cara menjadi sakti.
Sakti itu maksudnya bagaimana sich? Sakti itu, seperti Anda bisa mengobati orang yang sakit secara medis maupun non medis. Bisa juga, Anda bisa mematahkan besi baja. Bisa memakan beling tapi mulut tidak terluka. Tidak mempan dibacok. Bisa membuat orang yang memukul Anda terpental. Bisa menebak pikiran orang. Pokoknya banyak lah, yang jelas Anda bisa melakukan sesuatu yang diluar hukum matematik.

Hukum matematik itu maksudnya bagaimana? Umpama begini. Ukurannya mata hanya bisa melihat sesuatu yang nyata ada bendanya. Nah jika Anda bisa melihat sesuatu diluar hukum matematik, berarti Anda mempunyai kekuatan bisa melampaui hukum matematik. Anda bisa melihat sesuatu yang jauh di sana, bahkan tersembunyi sekalipun. Itu berarti Anda masuk kategori sakti.
Lah kok bisa? Ya bisa. Manusia itu dilengkapi onderdil dahir dan batin. Kalau Anda fokus pada upaya menyehatkan onderdil dahir, maka tubuhmu akan sehat bahkan bugar dan berotot.
Jika Anda fokus meningkatkan onderdil batin, maka daya batin akan meningkat. Anda akan mendapatkan kemampuan yang disebut di atas, bisa melakukan sesuatu yang melampaui hukum matematik.
Berbeda cara meningkat daya onderdil dahir dan batin. Kalau daya dahir, Anda bisa lari pagi, fitness, yoga, dan lain sebagainya. Kalau daya batin tidak demikian, Anda perlu fokus untuk tirakat. Tirakat banyak macamnya, bisa dengan berpuasa, shalat, wirid, meditasi, dan semacamnya.
Dan ternyata tirakat ini, hanya metode untuk menurunkan gelombang otak. Diturunkan kemana? Diturunkan ke gelombang otak “Kun (terjadilah!)”.
Untuk memahami gelombang otak Kun, terlebih dahulu Anda perlu mempelajari tentang gelombang otak, berikut macam-macamnya, antara lain;
- Infralow
Gelombang otak infralow memiliki frekuensi kurang dari 0,5 Hz. Ada yang menyebutnya dengan slow cortical potentials. Gelombang infralow, paling sulit diditeksi karena terlalu pelan. Tugasnya bertanggung jawab untuk pengaturan waktu di otak.
- Delta
Gelombang otak delta memiliki frekuensi 0,5 sampai 3 Hz. Saat orang sedang tidur tanpa bermimpi dan Ketika sedang wirid atau meditasi. Gelombang otak ini, mampu meregenerasi dan memperbaiki jaringan tubuh. Makanya, penting sekali menjaga kualitas tidur.
- Teta
Frekuensi gelombang otak Teta antara 3 sampai 8 Hz. Gelombang ini, mendominasi ketika Anda tidur. Ketika Anda tidur dan bermimpi, itu berarti otak Anda sedang berada gelombang Teta. Adapun fungsinya, bisa mengoptimalkan belajar, ingatan, dan intuisi.

- Alpha
Gelombang otak alpha memiliki frekuensi 8 sampai 12 Hz. Biasanya orang yang sedang termenung memikirkan sesuatu dan tidak menyadari sekelilingnya. Bisa juga saat Anda meditasi mendalam, saat itulah otakmu sedang istirahat. Gelombang otak alpha bertanggung jawab Ketika kita merasa tenang, mental terkordinasi, dan terhubung antara tubuh dengan otak.
- Beta
Memilik frekuensi 12 sampai 38 Hz. Ketika Anda sadar, dapat merespon dengan cepat apa yang ada di sekelilingnya. Andapun bisa memecahkan masalah, mengambil keputusan, dan dapat menilai dengan baik.
- Gamma
Frekuensinya antara 38 sampai 42 Hz. Dari sekian gelombang otang, gelombang gamma adalah yang tercepat. Gelombang ini terjadi saat Anda dalam keadaan sadar namun terlibat dalam aspek spiritual. Tanda-tandanya, berada dalam gelombang otak gamma, Anda lebih mencintai dan lebih cendrung bertindak altruis.
Nah, pada gelombang otak mana gelombang otak “Kun”? Menurut penulis, saat Anda berada di gelombang otak Teta, berarti Anda berada dalam gelombang otak Kun. Untuk memperkuatnya, Anda harus menjalani tirakat dalam waktu yang dibutuhkan, setelah itu menjalani tirakat setiap hari dengan istiqamah berada di gelombang otak infralow atau yang disebut slow cortical potentials.

Apakah cukup begitu saja? Tidak. Setelah melakukan tirakat sesuai waktu yang dibutuhkan, Anda harus menyelaraskan dengan hukum matematis kehidupan. Jika sudah dilakukan, Anda tetap saja tidak sakti, Anda perlu cek and ricek lagi sabotase mental yang menghalangi terwujudnya keinginan Anda.
Mengatasi sabotase mental ini gampang-gampang susah. Tapi tidak perlu dibuat pusing. Cukup terima-ikhlas, dan lakukan saja yang Anda bisa dalam hidup ini. Selesai! Mengalir…Tapi tentukan Anda mau mengalir kemana. Begitu gaees. Penulis juga punya sabotase mental nich, yang sekarang masih dalam tahap penyelesaian gaees…haha
***Penulis: Muniri Faqod (Direktur Konsensus Bhiruh Dheun Bangkalan)

