Oleh: Muniri Faqod, S.HI, M.HI
Secara garis besar, rezeki seseorang merupakan hak preogratif Allah. Namun satu sisi, ada pola yang menjadi bagian dari sunnatullah. Pola tersebut, bisa digunakan sebagai alat ukur kenapa seseorang dilapangkan rezekinya dan sebaliknya disempitkan rezekinya. Dalam Al-Qur’an, penjelasan jaminan lapang dan sempitnya rezeki, dibahasakan sebagaimana berikut ini;
- Yabsuthu al-Rizqa li man Yasyaa’u Wa yaqdiru (Dia melapangkan rezeki dan membatasinya bagi siapa yang Dia kehendaki).
- Inna Rabby Yabshuthu al-Rizqa li man Yasyaa’u min ‘ibaadihi wa yaqdiru lahu (Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya).
- Wallahu Yaqbidhu wa yabshuthu wa ilaihi turja’un (Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan)
- Inna Rabbaka Yabsuthu al-Rizqa li man Yasyaa’u Wa yaqdiru (Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya)
- Annallaha Yabsuthu al-Rizqa li man Yasyaa’u min ‘ibaadi Wa yaqdiru (Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hambanya dan menyempitkannya).
Ayat-ayat dimaksud, tersebar dalam beberapa surat, antara lain;
- Surat Al-Baqarah; 245
- Surat Ar Ra’d: 26
- Surat Al-Israa’: 30
- Surat Al-Qashash: 82
- Surat Al-Ankabuut: 62
- Surat Ar Ruum: 37
- Surat Saba’: 36
- Surat Saba’: 39
- Surat Az Zumar: 52
- Surat Asy Syuura: 12
Ayat-ayat ini, jika dibaca dan dipahami dengan menghubungkan dengan ayat sebelum dan sesudahnya, maka dipahami sebuah pola kenapa Allah melapangkan dan menyempitkan rezeki seseorang.
Dari 10 Ayat, dikelompokkan menjadi 2 (dua) bagian, bagian pertama kumpulan ayat yang membahasa lapangnya rezeki. Dan yang kedua, membahas sebab-sebab sempitnya rezeki.
Daftar Isi
Ayat tentang Orang yang dilapangkan Rezekinya
Orang yang Senantiasa di Jalan Allah dan Menafkahkan Hartanya di Jalan Allah
Ayat yang menjelaskan tentang kenapa Allah melapangkan rezeki seseorang. Penjelasan ini dapat ditemukan dalam Surat Al-baqarah: 244-245. Bahwa orang yang senantiasa di jalan Allah dan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah di jamin rezekinya.
Berikut terjemah dua ayat dalam Surat Al-baqarah: 244-245;
“Dan berperanglah kamu sekalian di jalan Allah, dan ketahuilah Sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui”. (QS. Al-Baqarah: 244)
“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), Maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.” (QS. Al-Baqarah: 245)
Orang yang Menginfaqkan Hartanya di jalan Allah
Sedangkan di Ayat lainnya, ada dalam surat Saba’: 39. Dijelaskan, bahwa orang yang yang menginfaqkan hartanya di jalan Allah, akan dilapangkan rezekinya.
“Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)”. dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, Maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba’: 39)
Orang yang Menemukan Pasangan Hidup, Serta Beriman dan Bertaqwa
Ayat yang terakhir berkenaan dengan lapangnya rezeki. Jika dibaca dengan mencerna ayat sebelumnya mengindikasikan bahwa orang yang rezekinya lapang karena sudah menemukan pasangan hidup. Sedangkan pada ayat sesudahnya, lebih pada aspek keimanan dan ketaqwaan yang juga menjadi sebab seseorang lapang rezekinya.
“(Allah) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu pasangan-pasangan dari jenis kamu sendiri, dan dari jenis hewan ternak pasangan-pasangan (juga). Dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia. Dan Dia Yang Maha Mendengar, Maha Melihat.” (QS. As-Syura: 11)
“Kepunyaan-Nya-lah perbendaharaan langit dan bumi; Dia melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan (nya). Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. As-Syura: 12)
“Diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu tegakkanlah agama (keimanan dan ketakwaan) dan janganlah kamu berpecah belah di dalamnya. Sangat berat bagi orang-orang musyrik (untuk mengikuti) agama yang kamu serukan kepada mereka. Allah memilih orang yang Dia kehendaki kepada agama tauhid dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya bagi orang yang kembali (kepada-Nya).” (QS. As-Syura: 12)
Ayat Orang Yang disempitkan Rezekinya
Kedua, sempitnya rezeki. Satu sisi Allah melapangkan rezeki bagi orang yang dikehendaki berdasarkan amal seseorang, demikian dalam hal menyempitkan rezeki seseorang.Ayat-ayat yang membahas tentang sebab-sebab sempitnya rezeki seseorang, dijelaskan pada ayat-ayat di bawah ini:
1. Orang yang merusak bumi
“Orang-orang yang merusak janji Allah setelah diikrarkan dengan teguh dan memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan Mengadakan kerusakan di bumi, orang-orang Itulah yang memperoleh kutukan dan bagi mereka tempat kediaman yang buruk (Jahannam).” (QS. Ar Ra’d: 25)
“Allah meluaskan rezki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, Padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit).” (QS. Ar Ra’d: 26)
2. Orang yang pelit, terlalu pemurah, dan takut miskin.
“Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal.” (QS. Al-Israa’: 29)
“Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya; Sesungguhnya Dia Maha mengetahui lagi Maha melihat akan hamba-hamba-Nya.” (QS. Al-Israa’: 30)
“Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. kamilah yang akan memberi rezki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar.” (QS. Al-Israa’: 31)
3. Orang yang mengingkari nikmat Allah
“Maka Kami benamkanlah Karun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap azab Allah. dan Tiadalah ia Termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya).” (QS. Al-Qashash: 81)
“Dan jadilah orang-orang yang kemarin mencita-citakan kedudukan Karun itu, berkata: “Aduhai, benarlah Allah melapangkan rezki bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hambanya dan menyempitkannya; kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita benar-benar Dia telah membenamkan kita (pula). Aduhai benarlah, tidak beruntung orang- orang yang mengingkari (nikmat Allah)”. (QS. Al-Qashash: 82)
“Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Qashash: 83)
4. Orang yang berpaling dari kebenaran dan karena ketidak tahuan/malas mencari tau
“Dan Sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menjadikan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?” tentu mereka akan menjawab: “Allah”, Maka betapakah mereka (dapat) dipalingkan (dari jalan yang benar).” (QS. Al-Ankabuut: 61).
“Allah melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba- hamba-Nya dan Dia (pula) yang menyempitkan baginya. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu.” (Surat Al-Ankabuut: 62)
“Dan Sesungguhnya jika kamu menanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menurunkan air dari langit lalu menghidupkan dengan air itu bumi sesudah matinya?” tentu mereka akan menjawab: “Allah”, Katakanlah: “Segala puji bagi Allah”, tetapi kebanyakan mereka tidak memahami(nya).” (Surat Al-Ankabuut: 63)
5. Orang yang putus asa terhadap musibah yang disebabkan dirinya sendiri
“Dan apabila Kami rasakan sesuatu rahmat kepada manusia, niscaya mereka gembira dengan rahmat itu. dan apabila mereka ditimpa suatu musibah (bahaya) disebabkan kesalahan yang telah dikerjakan oleh tangan mereka sendiri, tiba-tiba mereka itu berputus asa.” (QS. Ar Ruum: 36)
“Dan Apakah mereka tidak memperhatikan bahwa Sesungguhnya Allah melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan Dia (pula) yang menyempitkan (rezki itu). Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang beriman.” (Surat Ar Ruum: 37)
6. Orang yang berlaku sombong dengan hartanya
“Dan mereka berkata: “Kami lebih banyak mempunyai harta dan anak- anak (daripada kamu) dan Kami sekali-kali tidak akan diazab.” (Surat Saba’: 35)
Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan (bagi siapa yang dikehendaki-Nya). akan tetapi kebanyakan manusia tidak Mengetahui”. (Surat Saba’: 36)
7. Orang yang berlaku dhalim
“Maka mereka ditimpa oleh akibat buruk dari apa yang mereka usahakan. dan orang-orang yang zalim di antara mereka akan ditimpa akibat buruk dari usahanya dan mereka tidak dapat melepaskan diri.” (Surat Az Zumar: 51)
“Dan tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah melapangkan rezki dan menyempitkannya bagi siapa yang dikehendaki-Nya? Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang beriman.” (Surat Az Zumar: 52)
“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Surat Az Zumar: 53)
Demikian pola-pola yang menyebabkan orang dilapangkan dan disempitkan rezekinya berdasarkan penjelasan dalam beberapa ayat di dalam Al-Qur’an. Sepertinya, ini sesuai dengan pribahasi yang mengatakan; APA YANG KAU PERBUAT, ITULAH YANG KAU DAPAT”.

